Aturan Makan (Table Manner) Gaya Kolonial

Dari acara pindah rumah dan menata kembali rumah baru …. Awalnya pas pindahan main packing packing aja sembarangan …. Giliran mau menatanya kembali, baru deh nemu barang barang “antik” yang diantaranya adalah buku resep kuno warisan nenek saya …
Saya tidak tahu tahun berapa buku ini dirilis, tetapi melihat ejaan yang dipakai adalah ejaan Van Op Huijsen (berlaku tahun 1901 – 1947), yaa berarti buku ini dirilis sebelum tahun 1947 ..

Tapi gak ada masalah tentang tahun rilis.. Yang penting isinya kan? 

Oke? Ini saya dokumentasikan 1 halaman tentang “Aturan Makan Gaya Kolonial” –

Table Manner gaya kolonial
Biar lebih enak, saya sadurkan sesuai asinya, mengingat halaman buku yang saya foto ini,  tidak dapat mengcapture semua halaman, maka ada baiknya saya sadurkan lagi juga mengikuti redaksi aslinya. Biar afdol, gitu kan?

Ini dia… cekidot  Aturan Makan Gaya Kolonial”

  1.  Soep.
  2. Pastei besar atau ketjil2 atau Croquet.
  3. Sajoer Wolanda dengan kentang reboes dan daging lagi saus.
  4. Ragout dengan kentang haloes
  5.   Stoof manis (stoof boeah2) dengan sabarang boeroeng goreng, ija itoe bebek, biliwis, aja atau   boeroeng dara
  6.   Podding
  7.   Taart dan Koekis
  8.  Boeah2 Manisan goela2
Boleh djuga kasih djalan antara No.2 dan 3 ikan pantai atau ikan telaga reboes dan saus mentega atau saus tjoeka.
Salade dengan kentang goreng dan fricadel boleh djalan dahoeloe dari stoof manis.
Ini atoeran makan demikian sadja kalau ada festa besar

Demikian kutipan tentang Aturan Makan Gaya Kolonial .. semoga dapat menjadi inspirasi untuk menjamu tamu. ahaaa.. gak apa apa kan rada sulit sulit dikit bacanya ...

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK