Bakasang Manado

Bakasang -- apa itu?

Bakasang adalah sejenis cairan kental dapat juga disebut 'bumbu' untuk sambal dan gohu (sejenis asinan pepaya atau ketimun khas Manado). Bakasang ini adalah hasil fermentasi dari telur ikan atau ikan kecil sejenis teri (sering disebut ikan putih oleh masyarakat pesisir pantai) ataupun udang.
Memang, bahan dasar bakasang yang lazim adalah telur ikan. Baiklah saya membahas bakasang yang terbuat dari telur ikan dulu ya.

Bakasang
Pembuatan bakasang secara garis besarnya adalah : Telur ikan dicuci bersih, dicampurkan garam (mungkin juga bumbu lain) dimasukkan dalam botol dan dijemur pada  terik matahari. Lama penjemuran bervariasi, tergantung seberapa besar terik mataharinya. Bisa saja jika cuaca panas terik, 3 haripun proses penjemurannya dinyatakan sudah selesai. Tetapi dalam kesempatan lain juga bisa  memakan waktu sekitar 4- 5 hari

Proses penjemuran dianggap selesai jika bakasang ini sudah  berbentuk cairan yang berwarna agak kekuningan (jika bahan dasarnya telur ikan). Setelah proses fermentasi selesai, bakasang ini kemudian dimasak hingga mendidih dan (mungkin) ditambahkan  beberapa bumbu.

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, bahan dasar bakasang ini tidak hanya telur ikan. Ada juga ikan kecil sejenis teri yang dapat diproses menjadi bakasang. Masyarakat pesisir pantai menyebutnya dengan "ikan putih"  Proses pembuatannya sama persis seperti telur ikan. Hanya saja hasil jadinya, untuk bakasang ikan putih berwarna abu abu..

Selain dipesisir pantai, di daerah pegunungan (daerah Kakas)  juga ada bakasang khasnya. Terbuat dari udang kecil hasil  dari danau Tondano. Dalam bahasa daerah lebih dikenal dengan nama wiko' osem (wiko dalam bahasa Kakas berarti udang kecil). Wiko osem ini punya rasa yang sangat khas.. walaupun baunya lebih menyengat dibandingan dengan bakasang telur ikan ataupun bakasang ikan putih. Tetapi menurut saya, wiko osem lebih enak rasanya.... *Ahaaa itu masalah selera yang relatif ya..... Sayangnya wiko osem ini sudah hampir punah. Agak susah mencarinya walaupun ke daerah Kakas sekalipun. Kalau toh ada itupun harus dipesan dengan harga yang cukup mahal.Ciri khas wiko osem ini berwarna orange muda

Lepas dari semua bahan dasarnya. Cara pembuatannya juga sama. walaupun dalam penampilan warna yang berbeda. Tapi satu hal yang menjadi persamaan dari semua bakasang ini adalah : bau .... Jangan kaget jika tutup botol bakasang dibuka, akan keluar bau yang menyengat.. Bagi yang tidak biasa mungkin nyaris pingsan jika nyium baunya. Tetapi, jangan terkecoh dari baunya. Simak dulu rasanya jika sudah bercampur dengan sambal.

Bakasang yang sudah bercampur sambal, oleh masyarakat Manado  disebut dengan Dabu dabu (sambal) bakasang. Dabu dabu bakasang ini merupakan 'sobat sejati' pisang goreng, jagung rebus, ubi goreng, bubur Manado (Tinutuan) bahkan babi putarpun "bersahabat erat' dengan dabu dabu bakasang ini. 

Demikian halnya seperti yang dituturkan pada awal tulisan, bakasang ini juga 'berjodoh' erat dengan gohu (Sejenis asinan khas Manado). Dan jika gohu sudah dicampur dengan bakasang, jadilah gohu bakasang.. 

Bakasang ini sangat mudah  ditemukan di pasaran. Banyak di jual di supermarket ataupun di toko toko souvenir khas Manado. Tapi mungkin agak sulit untuk membawa bakasang ini dalam pesawat terbang. Biasanya langsung kena 'segel' karena botolnya mengandung gas.

Demikian ulasan singkat untuk bakasang ini. Fotonya menyusul ya......

Sampai jumpa di artikel berikutnya



Related posted


No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK