Daun Leilem

Daun Leilem dalam bahasa latinnya disebut dengan  Clerodendrum Minahassae L adalah tanaman tropis bertinggi sekitar 2 - 4 meter, bentuk daun bulat telur, berwarna hijau mengkilat dengan rasa agak sepat dan sedikit pahit.


Daun Leilem ini sangat digemari oleh masyarakat Manado dan sekitarnya. Sangat gampang ditemui di pekarangan rumah penduduk.  Menanamnyapun gampang gampang susah, hanya dengan stek batang, tetapi pada awal proses stek batangnya harus ekstra hati hati. Batang stek tidak boleh goyang sampai dengan akarnya keluar. Tetapi jika sudah ada akarnya, semuanya sudah akan aman aman saja.

Daun Leilem - Clerodendrum minahassae L
Bagi masyarakat Manado, Daun Leilem yang biasanya diambil pucuknya ini, merupakan salah satu bahan makanan favorit. Olahannya bisa bermacam macam. Dapat diolah dengan daging babi (babi leilem), ayam (ayam leilem) atupun tanpa campuran daging. Bahkan Daun Leilem ini juga merupakan salah satu komponen dalam membuat Bubur Manado (Tinutuan) .

Saya tidak tahu apakah daerah lain mengkonsumsi Daun Leilem, karena selama saya bermukim di tempat lain (selain Manado) saya belum pernah melihat daun ini dijual baik di pasar tradisional atupun di supermarket.

Banyak khasiat yang didapat dari Daun Leilem ini. Seperti yang diyakini oleh masyarakat setempat, Daun Leilem  berkhasiat sebagai obat sakit perut, cacingan dan obat penyakit paru paru.

Saya memang belum mencobanya... hahaha, saya hanyalah 'fans berat' Daun Leilem yang terpesona dengan cita rasanya. Walaupun sudah disebutkan di atas bahwa ada rasa sepat dan pahit. Tetapi itu semua akan hilang jika Daun Leilem sudah bercampur dengan bumbu woku (cabe, bawang, jahe, kunyit, kemangi, sereh, daun bawang, daun kunyit, daun pandan dan daun jeruk)  apalagi jika kita mengolahnya dengan cabe hijau...

Daun Leilem ini juga merupakan 'teman dekat'  untuk beberapa kuliner ekstrim Manado, seperti  kawok (tikus hutan ekor putih) dan babi hutan (celeng).

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK