Resep Cara membuat SpekKoek warisan leluhur

Ini dia, salah satu ‘jimat’ almarhumah oma saya.Resep kue Spekkoek warisan leluhur keluarga kami

Seingat saya, resep ini ditulis pada sekitar akhir tahun 70an. Tahun pastinya saya juga gak ingat, sayup sayup ingatnya hanya ketika  saya melihat kertas yang dipakai almarhumah.
 Itu adalah kertas surat saya jaman dulu, saat masih hobby bersahabat pena… Duluu hobby sayabolak balik melototin majalah Si Kuncung dan Kawanku, ngeliat teman yang sekiranya enak diajak ngobrol untuk kemudian saya ajak bersahabat pena..*ternyata sejak dahulu sudah tumbuh bakat bersosialisasi.
 
Orang tuapun sangat mendukung hobby ini. Papaku dengan setianya ngeposkan semua surat surat saya. Biasanya sebelum berangkat sekolah sudah saya taruh surat surat itu  di atas meja di kamar orang tua, dan so pasti papaku akan dengan suka rela mengeposkannya. Sampe papaku juga hafal beberapa nama sahabat pena saya.

Menulis surat mungkin tergolong hobby bagiku saat itu, tetapi sama sekali tidak mengganggu waktu belajar. Apa mungkin ‘beban’ kami para siswa jaman dahulu tidak seberat perjuangan siswa jaman sekarang ya..
Resep kue Spekkoek warisan leluhur

Saya senang berkorespondensi, bertukar cerita dan pengalaman, bahkan bersama sahabat pena, sering kami membahas tentang pelajaran sekolah, hobby, kursus dan lain sebagainya yang sekiranya kami punya persamaan. Bahkan sampai saat inipun saya tersambung kontek lagi dengan sahabat pena saya sedari SD yang sekarang bermukim di Amerika.

Sekali waktu memang kami nyaris ketemu, saat saya berlibur ke Jakarta dan mencoba untuk ‘copy darat’ ke rumahnya di Kawasan Pluit. Tapi entah kenapa, apa keasyikan jalan jalan hingga lupa waktu, dan sesampainya saya di Pluit ternyata sudah malam sekali Saya lupa apakah saat itu saya ngebel rumahnya namun tidak dibuka atau saya takut ngebelnya karena sudah terlalu malam,padahal besoknya saya sudah harus pulang ke Mando. Memang awalnya saya tidak mengabarinya, abis gimana.. dulu telpon interlokal susah banget. Ngomongnya harus teriak teriak. Belum lagi biaya telepon yang super mahal… Hahaha ortuku bisa ngamuk ngamuk nih…..

Yaa begitulah… awalnya sahabat penaan dengan temanku ini berlangsung sampai saya duduk di kelas 2 SMP. Terus abis itu entah kenapa sudah tidak surat suratan lagi.

Singkat cerita, banyaaak tahun telah berlalu, dunia komunikasipun masih jalan di tempat, hingga beberapa waktu terakhir ini, komunikasi internet makin gampang, apalagi dengan adanya media social seperti FB, twiter dan lain sebagainya. 

Suatu saat entah kenapa pada suatu hari di 2 tahun yang lalu, tiba tiba terlintas dalam pikiran saya, kenapa tidak mencoba mencari para sahabat pena jaman dulu (maaf saya tidak menyebutkan bekas sahabat pena,karena menurut saya persahabatan itu berakhir jika kita bertengkar ataupun jika terpisah oleh maut). Dan ternyata hanya dengan sedikit usaha searching, aaha ketemu juga, walaupun dengan sedikit was was karena bisa saja mereka lupa… Lah sudah banyaaak tahun yang silam. Tetapi untunglah begitu saya memperkenalkan diri, merekapun masih ingat…. Hahahaha … lanjut lagi, dulu main surat suratan via pos sekarang malah bisa berkomunikasi dengan lebih intens via media sosial.

 -----------------------------------------------

Kembali ke soal resep 'jimat'nya oma

Almarhumah oma saya juga sepertinya senang menulis pada kertas yang bagus bagus.. dan mungkin beliau ngambil kertas lepasan agar gampang menenteng ‘jimat’nya pada saat diperlukan

Omapun menulis resep ini dalam bahasa kompeni… yaa, memang beliau merasa lebih nyaman berkomunikasi dengan bahasa kompeni dibandingkan dengan bahasa Indonesia. Padahal beliau sendiri berdarah Cina Manado tetapi menikah dengan opa saya seorang pria berdarah Belanda ..  Jadi banyak dokumentasi oma saya pada tertulis dalam bahasa kompeni, termasuk beberapa resep favoritnya yang diantaranya kue Spekkoek ini.

Resep ini memang resep jaman dahulu, takaran dan bahan bahannya masih memakai bahan jaman dahulu. Saat itu belum ada bumbu Spekkoek instat. Takarannyapun masih versi jadul.

Resep inipun tergolong unik, karena setau saya pemakaian telur dalam membuat kue Spekkoek minimal 15 butir. Tapi di resep ini pakainya hanya 10 butir. Tekoor?  Tapi koq yaaa fine fine saja di lidah keluarga kami. Apa karena oma membuatnya dengan menggunakan full butter ya.. atau mingkin ‘tangan’nya beliau yang ‘sesuatu’ banget sampai kue ini terasa sangat lezat dilidah keluarga kami

Kue Spekkoek lambang cinta? Wah tidak tahu juga,karena dalam membuat kue ini super ribet, apalagi memanggangnya.. waduuuuuh …  tapi saya benar benar salut sama oma yang rela berpanas panas ria memanggang kue ini demi untuk menyajikan yang terbaik untuk keluarganya… Hicks jadi kangen deh…

Okee .. Cekidot - Resep yang tertulis di bawah ini sudah saya edit untuk mempermudah pemahaman tanpa merubah arti dari tulisan aslinya



Resep Kue Spekkoek warisan leluhur

Bahan:
  • 10 butir telur
  • 3 cangkir mentega (1 cangkir setara 100 gram)
  • 4 cangkir  gula halus (1 cangkir setara 100 gram)
  • 4 cangkir tepung ( 1 cangkir setara 50 gram)
  • 3 sdt vanilla powder
  • 2 sdm susu manis

Cara membuat 

  • Mentega dan gula kocok sampai putih
  • Isi telur (kuning dan putih) dikocok terpisah. Putih telur juga dikocok terpisah
  • Mentega, gula dan telur (kuning telur dan putih telur)  dicampur lagi. Kemudian  jika semuanya sudah selesai  campurkan dengan tepung, vanilla bubuk dan susu.
  • Bagi dua. Separuh dicampurkan dengan cengkeh, pala dan kayu manis.
  • Panggang lapis demi lapis dengan api atas dan bawah

Demikian Resep Cara membuat kue Spekkoek warisan leluhur 

Dibawah ini saya sajikan salinan resep seperti yang terpampang dalam foto di atas, mengingat gambar tersebut saya ambi dengan kamera ala kadarnya, jadi ada bagian yang tidak tercapture kamera. ..

Dan ini dia salinan asli Resep Spekkoek warisan leluhur dalam versi bahasa Belanda
  • 10 stuks eiren
  • 3 kopjes boter
  • 4 kopjes fijn gestampt suiker
  • 4 kopjes meel
  • 3 thee lepels vanili poeder
  • 3 eet lepels zoete melk
  •    
  • 1.       Boter+suiker samen afkloppen tot het helemaal wit  worden
  • 2.       Eierdooir apart afkloppen ‘t wit van die eiren ook apart afkloppen
  • 3.       Als ze allemaal klaar zijn de samen mengen met de meel
  • ·         Boter+suiker+eierdooier weer samen kloppen daarna als ze klaar zijn mengen  de meel + vanili poeder en de melk. Daarna in twee in verdelen. De helfd met cengkeh/pala/kaju manis. Daarna baken

  Demikian Resep Cara membuat kue Spekkoek warisan leluhur … Semoga resep kuno ini dapat menginspirasi..

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK