Resep Kawok (Tikus Hutan Ekor Putih) ala Manado

Satu lagi kuliner ekstrim ala Tanah Minahasa (baca Manado). Kawok.

Wow apa pula si Kawok ini? Dalam beberapa bahasa daerah di Tanah Minahasa ini, kawok berarti tikus. Namun jika sudah dihubungkan dengan kuliner, kawok itu memang berarti tikus, tetapi tikus hutan berekor putih. Bukan tikus rumah. Kawok ini juga pada daerah tertentu sering disebut dengan Turean.. Tapi sekarag kita sepakat saja untuk menyebutnya dengan kawok saja.

Kawok (TIikus hutan ekor putih)
Ahaa jangan jijik dulu ya. Kawok atau tikus hutan ini habitatnya memang di hutan, di pohon pohon besar dan tidak pernah turun tanah. Mereka makan buah buahan. Jadi tidak pernah kedapatan berkeliaran di rumah penduduk. Hewan ini bersih loh.

Kawok ini sering dijual di pasar tradisional, bahkan beberapa waktu terakhir ini saya pernah melihat ada kawok yang dipajang di supermarket. Sayapun sempat bertanya pada pengelola supermarket tersebut yang kebetulan memang saya kenal, dan dari beliau juga saya tau bahwa kawok ini termasuk 'best item' di supermarket yang dikelolanya.

Kawok yang dijual di pasaran semuanya sudah dibakar, jadi sudah gosong dan kering. Kecuali untuk ekornya memang sengaja tidak dibakar , karena itu merupakan salah satu cara pedagang untuk meyakinkan pembeli bahwa itu bukan tikus rumah. Tapi bagi pembeli, warna ekor putih saja belum cukup. Pembeli harus ekstra hati hati memperhatikan ekornya dan meyakinkan dirinya bahwa warna putih ekor itu adalah alami. Bukan karena di cat... Hahhaha,memang banyak pedagang di pasar yang nakal, banyak yang menjual tikus rumah kemudian ekornya di cat putih untuk mengelabui pembeli.

Juga jangan pernah membeli kawok dalam keadaan ekor terputus. Biasanya pedagang selalu berdalih,bahwa ekor putus itu karena kejepit..... Hahahhaa ada adaaaa aja.
 .
Hal lain juga yang membedakan tikus hutan dengan tikus rumah adalah bentuk kuku. Kuku pada tikus hutan lebih panjang dan lebih mencengkeram, bentuk lebih melengkung. Tapi itupun hanya orang tertentu yang dapat membedakannya.

Sekarang kita bicara tentang dagingnya. Daging kawok berserat halus. Untuk bagian bagian tertentunya hampir mirip daging kodok dengan tulangnya yang kecil kecil. Daging pahanya aja agak lebih besar. Ada sedikiiiit rasa pahit dari dagingnya. Tapi justru aroma pahit itu yang bikin si kawok menjadi lebih lezat.

OK? daaaaan mari kita mulai mengolahnya. Cara mengolah kawok juga ada bermacam macam. Ada yang disantan ada juga yang diolah dengan bumbu bumbu khas Tanah Minahasa. 

Cara memasak kawok yang akan saya sajikan di sini adalah cara memasak mengikuti gaya orang Langowan. Saya suka bumbu seperti ini apa karena saya memang keturunan orang Langowan ya :)

Kawok ini juga sering dicampur dengan daun leilem.. Benar benar suatu kombinasi yang sangat klop antara kawok dan daun leilem ini. Tapi jika tidak ada daun leilem juga tidak apa apa.Tidak mengurangi kelezatan daging kawok itu sendiri.

Inti memasak kawok agar lezat ada pada kuantias bumbunya. Harus berani bumbu, dan jangan heran melihat takaran bumbunya yang terbilang cukup banyak

Ok... Cekidot Resep Kawok (Tikus Ekor Putih) ala Manado

Bahan
  • 1 ekor kawok besar
  • Daun leilem secukupnya di potong potong sekitar 1 1/2 cm (sayur Leilem ini dapat diabaikan jika tidak ada)
Bumbu bumbu yang dihaluskan
  • 4 butir bawang merah besar
  • Segenggam cabe hijau (atau sesuai selera) disarankan memang memakai cabe hijau, cita rasanya lebih mantap
  • jahe sekitar sebesar1 ibu jari
  • kunyit  sekitar sebesar 1 ibu jari
  • 3 sereh besar
Bumbu lainnya
  • 1 sdm air perasan jeruk nipis
  • garam
  • 1 genggam kemangi yang sudah dipetik daunnya
  • Selembar daun pandan
  • 1 lembar daun kunyit
  • 1 daun bawang besar, potong kecil kecil - daun bawang dipakai semuanya, tidak hanya bagian bawahnya saja
  • 10 lembar daun jeruk purut. Bisa dibiarkan utuh, bisa juga disobek sobek

Cara memasak kawok

  • Daging kawok yang sudah dibakar dipotong sesuai selera, dilumuri dengan air perasan jeruk dan garam. Diamkan sekitar 10 - 15 menit
  • Goreng kering daging kawok, angkat dan tiriskan
  • Tumis berturut turut bawang merah, jahe, kunyit, cabe dan sereh sampai berbau harum
  • Masukkan daun bawang, aduk aduk sebentar
  • Masukkan daun kunyit, daun pandan, aduk aduk  sekitar beberapa detik kemudian masukkan kemangi,aduk aduk sampai kemangi layu
  • Masukkan daun leilem dan kawok. Aduk aduk sebentar, biarkan bumbu meresap pada daging kawok.
  • Jika sudah terasa meresap, masukkan air secukupnya. Masak hingga matang.
  • Walaupun sudah matang, tunggu air sampai kering
  • Selesai dan siap disajikan

Selamat mencoba... Enjoy and happy cooking

Demikian resep kawok (tikus hutan ekor putih) ala Manado. Walaupun anda tidak mengkonsumsi kawok, semoga info yang saya utarakan di atas dapat memberi inpirasi dan pencerahan..

2 comments:

  1. daging kawok itu daging apa ya??
    http://berkahgrosir.com/alat-pengusir-tikus-ultrasonic-2/

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kawok itu tikus hutan. Ciri khas berekor putih, kuku lebih panjang dan kokoh dibanding tikus rumah,. Tikus ini hidup di pepohonan dan tidak pernah turun ke tanah, Jika mereka turun ke tanah, mereka sulit untuk berjalan, karena bentuk kaki dan kukunya lengkung.. tidak bisa bepijak di tempat yang datar.

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK