Masakan Manado - Burung Weris Bumbu Woku

Sudah pernah dengar nama Burung Weris?

Burung yang sering ditemui di Tanah Minahasa (baca: Manado) bernama latin Galirallus Torquatus adalah sejenis burung darat penghuni semak belukar, kerap modar mandir di kebun, bahkan tak jarang pula burung ini ‘mampir’ dan ‘menghiasi pekarangan rumah’ di daerah hunian yang masih baru.

Burung ini juga cukup sering ditemukan kala kita berjalan jalan di daerah perkebunan sepanjang Tanah Minahasa. Bukan pemandangan yang asing jika ada  Burung Weris menyeberangi jalan. Malahan beberapa waktu terakhir ini saya sering melihat mereka  berkeliaran di kawasan Mega Mas, suatu kawasan reklamasi pantai yang menjadi pusat belanja dan rekreasi. 

Sepertinya Burung Weris ini berkembang di kawasan kota juga. Mungkin karena habitatnya terusik dan akhirnya mengungsilah mereka ke proyek proyek pembangunan di kawasan Mega Mas.

Burung berwarna cokat  dan tidak dapat terbang ini sekilas mirip ayam kampung. Hanya saja kaki mereka langsing  sehingga dapat berlari dengan sangat cepat.

Burung Weris
Kaki langsing Burung Weris juga sering diidentikkan dengan bentuk kaki wanita. Sering terdengar julukan ‘Kaki Weris’ bagi wanita yang berkaki terlalu langsing.

Salah satu kebiasaan yang unik dari Burung Weris adalah dari cara mereka menyelamatkan diri dari sang predator. Mereka berlindung dibalik semak belukar, tanpa menyadari bahwa yang mereka sembunyikan hanyalah tubuh bagian depan,sedangkan  punggung dan tubuh bagian belakang masih tetap keliatan…. Mungkin dengan cara menyelamatkan diri seperti ini sehingga Burung Weris menjadi mudah untuk dijadikan sasaran tembak.

Walaupun sering diburu, tapi Burung Weris juga tergolong pesat dalam berkembang biak. Jadi populasinya masih banyak di Tanah Minahasa. Oleh sebab itu Burung Weris belum termasuk dalam daftar satwa liar yang dilindungi menurut Undang Undang. Jadi, wargapun tidak perlu takut untuk memburunya.

Daging Burung Weris ini lezat. Dalam Masakan Manado, biasanya dimasak rica rica, kuah asam  atau dibumbu woku.

Mau tahu cara mengolahnya? --- Oke, ini saya share Resep Burung Weris Bumbu Woku.

Cara mengolah Burung weris Bumbu Woku  ini bisa berbeda beda, sebagaimana diketahui bahwa di Tanah Minahasa ini terdapat beberapa sub etnis.. Jadi cara pengolahannyapun tergantung dari sub etnisnya.

Resep yang saya tulis dibawah ini adalah cara mengolah Burung Weris Bumbu Woku  ala masyarakat  Langowan (sub etnis Tountemboan), sub etnis dimana papa saya berasal.

Oke simak yuuuk … Ini dia 

Resep Burung Weris  bumbu woku

Bahan:
  • 1 ekor burung weris
  • 1 jeruk nipis diambil airnya
 Bumbu yang dihaluskan:
  • Cabe hijau sesuai selera. Saya pakai 2 genggam
  • 6 bawang merah
  • 3 cm jahe
  • 3 cm kunyit
  • 2 sereh besar - bisa dihaluskan, bisa juga dimemarkan saja..*saya lebih suka jika dihaluskan
 Bumbu lainnya:
  • 2 genggam daun kemangi yang sudah dipetik dari tangkainya
  • 1 lembar daun pandan potong jadi 4 bagian
  • 1 lembar daun kunyit, dapat dipotong menjadi 2 bagian atau dibiarkan begitu saja
  • 2 daun bawang potong 1 cm
  • 10 lembar daun jeruk, dapat dibiarkan utuh, dapat juga dirobek robek atau diiris
  • Minyak goreng untuk menumis bumbu
  • Garam secukupnya
 
Cara membuat
  • Bakar burung weris terlebih dahulu.
  • Bersihkan burung weris yang sudah dibakar, potong potong sesuai selera.
  • Lumuri  dengan air perasan jeruk nipis dan garam, diamkan sekitar 15 menit.
  • Tumis bumbu halus (kecuali sereh ) sampai bau harum.
  • Masukkan bumbu bumbu berturut turut: daun bawang, daun pandan, daun kunyit, sereh, daun jeruk, dan terakhir kemangi.
  • Aduk sebentar sampai kemangi setengah matang.
  • Masukkan daging burung weris.
  • Aduk sebentar sampai bumbu meresap. Api jangan terlalu besar.
  • Masukkan air, masak terus sampai daging menjadi empuk.
  • Tunggu sampai kering, masukkan garam.
  • Angkat dan siap dihidangkan

Demikian Resep Burung Weris Bumbu Woku – Semoga berkenan.

Enjoy and happy cooking.


Pingin tau resep Masakan Manado lainnya? Ini dia daftar masakan khas Manado

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK