Resep Tinorangsak - Masakan Khas Manado

"Bukan orang Manado jika tidak kenal dengan menu  yang namanya Tinorangsak".

Awalnya Tinorangsak ini adalah masakan Manado berbahan dasar Babi dan dalam masyarakat Tanah Minahasa (baca: Manado), Tinorangsak ini adalah hidangan simbol suatu hajatan besar. Sepertinya suatu hajatan kurang afdol jika tidak ada Tinorangsak di meja saji.  

Tinorangsak Ayam
Tinorangsak Klasik ..*istilah pribadi, saya menyebutnya demikian---- cara memasaknya tidaklah mudah. Awalnya, daging babi dibumbui, kemudian dicampurkan dengan darah babi, selanjutnya dimasukkan ke dalam bulu (bambu) yang sudah dilapisi dengan daun pangi (Daun kluwak). Memasaknya dengan cara membakar bulu  dalam nyalah api yang berkobar kobar… Nah loh…. kebayang kan …. Bagaimana hawa panasnya, belum lagi perihnya mata akibat asap tebal yang timbul dari api yang berkobar kobar.

Selanjutnya untuk kepraktisan, masyarakat kemudian mulai memasaknya dalam wajan atau panci. Jika memasak dalam panci, biasanya daging yang sudah berbumbu ini dikemas dalam daun pangi (daun kluwak) atau bisa juga daun pisang kemudian dikukus. Biasanya untuk cara memasak seperti ini, darah babi sudah bukan merupakan komponen utama lagi, Kalau gak mau dipakai ya tidak apa apa. Memang rasanya  mendekati Tinorangsak bulu (tinorangsak klasik seperti istilah saya), Wajar saja karena ada kandungan daun pangi/daun pisangnya.
.
Selanjutnya yang bikin ribet lagi, karena daun pangi  itu tidak selamanya dijual di pasar. Adanya hanya pada saat menjelang hari raya. Sulit menemukan daun pangi di pasaran pada hari hari biasa. Dan selain itu juga agar memasaknya lebih mudah, gak pake ribet, akhirnya masyarakat mulai memasak Tinorangsak ini dengan menggunakan wajan dan tidak dibungkus daun lagi. Dan lagi lagi pemakaian darah babipun sudah ditiadakan. Dan yaa seperti 'pakem'nya masakan Manado, bumbunya buntut buntutnya malah mengarah ke ayam woku :)

Kembali ke Tinorangsak klasik. Walaupun sebegitu ribetnya memasak menu yang satu ini, namun hidangan ini belum punah. Masih banyak ditemui dalam masyarakat, karena masih banyak juga orang Manado yang masih memegang erat budaya Tanah Minahasa (termasuk saya……), dimana untuk membuat hajatan secara adat HARUS menyajikan Tinorangsak Klasik ini.. *Kalau hajatan biasa biasa saja, yaa mikir sekian kali untuk memasak yang satu ini.

Oke…. Saya rasa tidak perlu saya menyajikan cara memasak Tinorangsak klasik ini, toh mempraktekkannya tetap susah (kalau gak pingin diamuk sama tetangga karena polusi udara)….

Untuk resep saya kali ini kita memasak pakai ayam saja ….

Memang ada sedikit perbedaaan memasak Tinorangsak babi dengan ayam, tapi hanya sedikiiiit,,,,, nanti akan saya jelaskan pada bagian akhir tulisan ini… Yuk simak resep masakan khas Manado ini…

Resep Ayam bumbu Tinorangsak

Bahan
  • 1 ekor ayam sedang potong potong sesuai selera, potongannya jangan terlalu besar
  • 1 jeruk nipis diambil airnya
  • 2 daun bawang besar potong 1 cm
  • 2 genggam daun kemangi
  • 1 genggam daun jeruk
  • 1 lembar daun pandan, potong menjadi 4 bagian
  • 1 lembar daun kunyit, biarkan utuh
  • Garam secukupnya
  • Minyak goreng secukupnya
Bumbu halus:
  • 10 bawang merah
  • 1 sdm penuh jahe halus
  • 1/2 hingga 1 sdt penuh kunyit halus
  • 2 genggam cabe hijau atau menurut selera – ditumbuk pecah pecah saja, tidak perlu terlalu halus
  • 2 sereh besar
  •  

Cara membuat:

 Ada beberapa cara memasak Tinorangsak.Silahkan pilih mana yang sesuai selera

Cara 1: Memasak dengan mengukus dalam panci - cara ini yang mendekati rasa Tinorangsak asli
  • Siapkan daun pangi (daun kluwak) atau daun pisang
  • Jika memasak dengan daun pisang, siapkan daun pisangnya.
  • Cuci bersih daun pisang, lap airnya agar kering. Setrika daun pisang agar nanti daun pisang menjadi lentur.
  • Campurkan ayam dengan semua bumbu termasuk air perasan jeruk dan 3 sdm minyak goreng. Diamkan sekitar 15 menit
  • Bungkus ayam yang sudah berbumbu ini dengan daun pisang atau daun pangi
  • Kukus hingga matang
Cara 2 –  memasak di wajan tanpa menumis bumbu.
  • Campurkan ayam dengan semua bumbu dalam wajan, termasuk air perasan jeruk .
  • Tambahkan dengan 3 sendok makan minyak goreng. Diamkan sekitar 15 menit.
  • Nyalahkan api, masak ayam beserta bumbunya. Tunggu sampai berbau harum dan bumbu meresap ke daging ayam. Jangan kasi air dulu.
  • Jika bumbu sudah meresap,  masukkan air. Masak hingga  matang.
Catatan:
Cara memasak seperti ini dimaksudkan agar semua bumbu matang dalam minyak ayam. Tambahan 3 sdm minyak goreng hanya untuk memancing agar minyak ayamnya keluar.

Cara 3 : Memasak dengan menumis bumbu terlebih dahulu
  • Ayam dilumuri dengan air perasan jeruk nipis dan garam. Diamkan selama sekitar 15 menit
  • Tumis  bumbu halus, masukkan bumbu bumbu daun.. tumis sampai berbau harum
  • Masukkan daging ayam. Aduk aduk sebentar hingga bumbu meresap
  • Masukkan air dan masak hingga matang
Catatan:
Jika memasak Tinorangsak babi tidak perlu menambahkan 3 sdm minyak goreng, karena daging babi sudah berlemak, akibatnya hidangan nanti menjadi berminyak, tapi selanjutnya terserah anda.. menurut selera masing masing
Demikian resep tinorangsak ayam ini. Semoga bermanfaat

5 comments:

  1. Bumbu halus untuk tinoransak ini sebaiknya di blender halus sampai jadi bubur ataukan cuma sekedar di rajang halus pakai food processor

    Thanks & salam kenal
    Andreas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Salam kenal kembali, Andreas.. Bumbu halusnya haluskan pake food processor aja. Sebaiknya tidak di \blender seperti bubur, karena dapat mengurangi aroma dan greget bumbunya....

      Delete
  2. Bu saya baca di website indonesia kaya ini, bumbu asli tinorangksak pakai kunyit, tapi pada umumnya resep-resep yang ada di internet kok nggak pake kunyit ya. terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya sulit mengomentarinya, mbak. Hehehe.

      Delete
    2. Ini sedikit ulasan tentang masakan Manado.

      Sebagaimana diketahui bahwa suku Minahasa (sukunya orang Manado), sebenarnya terdiri dari berbagai sub etnis, seperti : Tountemboan, Toulour, Tonsea dan beberapa sub etnis lainnya. Juga ada kaum pendatang yang diantaranya adalah kaum Borgo. Kaum Borgo ini adalah masyarakat keturunan Belanda, Portugis dan Spanyol yang mendiami daerah pesisir di Tanah Minahasa.

      Nah, dari beberapa sub etnis dan masyarakat pendatang ini memang memiliki budaya yang secara “konsepnya” sama, walaupun “detailnya” sedikit berbeda. Hal ini juga meliputi kulinernya.

      Nama kulinernya sama “Tinorangsak”. Tapi bisa jadi cara memasaknya sedikit berbeda antara cara mengolah orang Tonsea dengan orang Tontemboan dan Toulour, walaupun secara konsepnya sama, yakni daging dibumbu, masukkan bambu dan matang dengan nyalah api yang berkobar kobar.

      Kembali ke resep. Resep yang saya tulis dalam blog ini, menggunakan resep cara memasak yang sreg menurut lidah kami. Bisa ala Tountemboan dan Toulour, bisa ala Tonsea ataupun ala mayarakat Borgo.

      Untuk olahan daging saya menggunakan resep ala Tountemboan dan Toulour, karena saya memang berdarah Tountemboan tapi akrab dengan budaya Toulour.

      Untuk olahan ikan laut dan sea food lainnya saya lebih sreg dengan cara memasak ala kaum Borgo, tempat dimana saya dibesarkan (dipesisir pantai).

      Sedangkan untuk menglola ikan air tawar (ikan mas dan mujair) saya menggunakan resep ala Tonsea, karena ikan mas/mujair ala Tonsea memang paling mantap dan terkenal, tapi untuk sambalnya juga banyak terinspirasi dari ala kaum Borgo

      Delete

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK