Resep Semur Tahu ala Manado Kolonial

Banyak orang yang bingung dengan asal usul masakan semur ini. Berbagai macam pendapat yang muncul. Sementara saya mengenal masakan ini dari warisan keluarga saya. Di tempat saya jarang menyebutnya sebagai Semur tapi dengan sebutan Smoor, Sebutan yang biasanya dipakai orang Manado untuk menyebutkan Semur.

Semur Tahu ala Manado Kolonial
Sebagaimana diketahui, budaya Manado banyak menyerap budaya kolonial Belanda jaman dulu, dimana pada jaman kakek dan nenek saya semua menyebutnya dengan smoor. Tetapi apakah hidangan smoor ini memang berasal dari bahasa Belanda kemudian dimodifikasi ke bahasa Indonesia dengan sebutan Semur, ataukah suatu nama lain yang diadaptasikan oleh oma oma/opa opa kompeni untuk kemudian menyebutnya sebagai smoor.. ahaa saya juga tidak begitu tau.

Oke.. sejenak kita tinggalkan dulu asal usul semur ini. Biasanya bagi orang Manado semur sering diaplikasikan pada daging babi dan daging sapi. Hanya belakangan ini yang sudah mulai diaplikasikan ke tahu, dan ternyata cita rasanya juga tidak mengecewakan. Semur tahu juga enak koq.. Oia mungkin yang sedikit membedakan semur ala Manado Kolonial dengan yang lainnya, adalah ‘sentuhan kolonialnya’ dimana untuk semur ala Manado kolonial, menumis bumbunya tidak menggunakan minyak goreng tapi mengunakan margarine.

So, sebelum saya menuliskan resepnya, ada baiknya kita simak sejenak manfaat tahu bagi kecantikan. Biar kita lebih semangat mengkonsumsinya ..

Secara umum, bahan dasar tahu yakni kedelai sangat bermanfaat untuk kecantikan baik untuk regenerasi kulit,merupakan pelindung kulit dan bersifat anti aging. Kandungan dalam kedelai mampu memperbaiki sel sel tubuh yang rusak, mereparasinya sehingga sel sel tubuh selalu baru dan tubuh menjadi awet muda dan menarik dalam waktu yang lebih lama. Ahaa tentu saja itu yang diidam idamkan oleh kaum wanita ya…. 

Kedelai juga adalah sahabat baik bagi wanita setengah baya untuk menunda menopause (masa saat wanita sudah tidak haid lagi) Sebagaimana kita ketahui bahwa menopause adalah salah satu keadaan yang sangat ditakuti oeh kaum wanita. Karena setelah menopause tubuh akan menjadi berubah, kulit menjadi kering dan sangat mengganggu penampilan. Walaupun saat sekarang sudah ada berbagai macam terapi untuk mengatasi ketakutan ketakutan tersebut, tetapi tetap juga menjadi salah satu momok yang mengganggu kaum wanita. Nah berdasarkan penelitian, kandungan yang ada dalam kedelai itu dinyatakan mampu untuk menunda proses menopause, tetapi sekali lagi hanya menunda saja ya..karena walaupun anda mengkonsumsi banyak kedelai pasti masa menopause juga akan tiba.

Itu sekilas manfaat tentang kedelai. Tetapi ada kondisi tertentu juga yang membuat anda harus membatasi mengkonsumsi kedelai, terlebih jika anda terindikasi menderita kista atau myoma, karena kandungan dalam kedelai ada kaitan dengan produksi hormon estrogen dan jika berlebihan dapat berakibat buruk bagi perkembangan kista/myoma.

Banyak orang juga mengatakan bahwa kedelai harus dihindari saat anda menderita asam urat, tapi ada beberapa penelitian juga yang menyatakan bahwa kedelai bukan merupakan pantangan bagi penderita asam urat. 

Well, untuk hal ini silahkan anda berkonsultasi dengan orang yang memang benar benar ahli dalam bidangnya.

Ok? Sekarang yuk kita bahas resepnya. Ini dia....

Resep Semur Tahu ala Manado Kolonial


Bahan
  • 4 potong tahu
  • 3 bawang putih dihaluskan
  • 2 bawang merah dihaluskan
  • ½ biji buah pala diparut halus. Bisa juga menggunakan pala bubuk, ½ sdt
  • 1 sdm munjung margarine
  • 2 sdm kecap manis
  • ½ sdt merica
  • 4 butir cengkeh (jika suka) – dibiarkan utuh
  • Air secukupnya (Sesuai selera)
  • Garam secukupnya
  • Penyedap (jika suka)


Cara membuat
  • Goreng tahu dalam minyak panas. Goreng hingga ¾ matang saja. Angkat, tiriskan, sisihkan
  • Panaskan margarine, tumis bawang putih dan bawang merah hingga berbau harum
  • Masukkan air. Masak hingga air mendidih
  • Tambahkan kecap manis, parutkan pala kedalam masakan, masukkan cengkeh dan merica.
  • Masukkan tahu, masak hingga mendidih dan bumbu meresap ke dalam tahu. Tambahan garam dan penyedap (jika suka)
  • Angkat dan siap disajikan


Demikian resep semur tahu ala keluarga kami yang ada sentuhan selera kolonialnya. Semoga menginspirasi

Enjoy and happy cooking

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas komentarnya. Mohon komentarnya tidak mengandung unsur SARA, SEX dan POLITIK